Selasa, 10 Oktober 2017

Menyikapi bullying: Mengapa Aku terus-terusan di-bully? Aku muak dengan mereka!


Oops.. jangan terpancing dengan judulnya, yuk kita pahami dulu apa itu bullying!

Jadi begini gaes... saya punya seorang teman, dia sering cerita kalau dia dulu sering di-bully. Sampai sekarang dia dendam dalam hati ingin membalas mereka. Tapi melihat kelakuannya yang aneh, jayus, dan sampai sekarang pun dia jadi pusat bahan tertawaan teman-teman membuat saya gemas ikut mem-bully juga. Ia punya prinsip, “aku ya aku, ya beginilah aku“. Lah terus, kenapa sampai sekarang ia menjadi bahan bully? Hal inilah yang membuat saya ingin membuat artikel ini. Silakan dibaca, semoga bermanfaat.

Fenomena bullying termasuk parah di Indonesia bahkan lebih tinggi daripada di Amerika. Mungkin dari kalian sudah tahu. Sebelum hal ini terjadi sampai separah di negeri gingseng yang notabene tingkat bunuh diri di sana sangat tinggi akibat dari bullying. Maka, dengan artikel ini saya bermaksud ingin memberi saran & pembimbingan bagi yang menerima hal ini, atau yang belum tahu tentang hal ini. Jadi jangan dibuat galau/drama, kita perlu membuka mata, hati dan pikiran kita di sini agar dapat memahami fenomena ini. Yuk mulai!

Apa sih bully itu?

Kalau saya search di wikipedia (eheheu.. wikipedia) ini hasilnya:

Penindasan (bahasa Inggris: Bullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar rasagamagenderseksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Oke, dapat bahasa indonesianya! “PENINDASAN” menurut kbbi artinya apa ya?

tindas/tin·das/ v, menindas/me·nin·das/ v 1 menindih (menghimpit, menekan) kuat-kuat atau dengan barang yang berat: ia ~ kutu anjing; 2memperlakukan dengan sewenang-wenang (dengan lalim, dengan kekerasan); menggencet; memperkuda (memeras dan sebagainya): Pemerintah menindak tengkulak yang ~ rakyat kecil di pedesaan; 3 memadamkan (pemberontakan dan sebagainya) menguasai dengan paksa; memerangi (memberantas dan sebagainya) dengan kekerasan: sudah tiba waktunya untuk mengambil tindakan konkret ~ penyelundupan; untunglah tentara berhasil dengan cepat ~ pemberontakan itu;

tertindas
/ter·tin·das/ v disengsarakan; teraniaya: orang-orang yang ~;

tindasan
/tin·das·an/ n 1 perbuatan menindas; 2 tembusan surat dan sebagainya; 3 rekaman (cetakan stensil);

penindas
/pe·nin·das/ n (orang dan sebagainya) yang menindas;

penindasan
/pe·nin·das·an/ n proses, cara, perbuatan menindas: kenyataan menunjukkan bahwa ~ sesama manusia masih ada di bumi ini;

ketertindasan
/ke·ter·tin·das·an/ n perihal keadaan tertindas: ~ rakyat yang berlarut-larut, kini mulai bangkit minta keadilan

Wow! Artinya luas banget ya! Oke, daripada kena cekal ttg SARA/Porno, saya mempersempit ke lingkungan sekolah. Bisa jadi kasusnya hampir sama dengan penindasan rumah tangga, atau lainnya. Tapi kalau dapat KDRT, silakan konsultasi ke Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana. Kalau bukan KDRT dan sangat parah kayak di berita2 tipi itu, ya lapor saja ke polisi dengan fakta dan bukti. Tapi sayangnya untuk bullying yang berada di sekolah tidak terlalu dibuat serius karena mereka masih anak-anak atau remaja yang masih di masa perkembangan dan pertumbuhan. Mirizzz....  Yuk, lanjut ke cerita pribadi saya!

Kisah saya dulu

Saya pernah di bully? Pernah... Hampir semua anak pernah di bully.. Terutama saat MOS (Masa Orientasi Siswa) :D jadi inget dulu dipaksa kenyot dot bayi wkwkwkwk.. bukan.. bukan ini.. ini bullying massal, yang anak-anaknya merasa tidak sendiri saat di bully. Tapi menurut saya MOS dengan tipe bully bersama ini sangat tidak diperlukan (tapi seru sih..). MOS berdampak negatif, membuat anak mengalami pressing psikologis, tapi juga berdampak positif, membuat angkatan menjadi solid. Tapi belum tentu MOS ini akan berdampak positif bagi generasi 2000 sampai selanjutnya. Mengapa? Karena zaman semakin berkembang, tidak mungkin setiap generasi memahami cara yang sama dengan zaman orang tuanya dulu. (ingatlah itu wahai orang tua.. hehe..)

Ini kisah waktu saya SD.. Hidup saya dari kelas 1-4 SD ada di kota Kembang, lalu SD kelas 5 pindah ke kota pahlawan. (Untuk yang tahu saya sekolah di mana, jangan sebut merek ya! Pliiss.. demi nama baik sekolah tercinta). Waktu kelas 3 SD teman-teman tahu kalau saya anaknya cengeng.. (hehe.. malu buka aib pribadi). Kemudian teman-teman (semua anak laki-laki di kelas kok, anak ceweknya baik-baik) sering mengolok-olok, sampai saya menangis dengan keras. Biasalah.. anak kecil suka lihat cewek menangis.. uhuyy.. Suatu ketika, saya menangis keras sampai terdengar ke seluruh sekolah. Kepala sekolah sampai datang ke kelas memarahi anak-anak yang membuat keramaian. Setelah itu dampak bullying kepada saya mulai mereda, tapi tetap ada sedikit-sedikit. Untungnya saya punya sahabat yang selalu menemani saya ( :-* <3 ). Tapi.. bagaimana jika mereka di luar sana yang mendapat bullying tidak punya teman dan selalu merasa sendiri? Di sekolah di-bully, di rumah dimarahi.. Merana hidup ini..

Naiklah saya ke kelas 4 SD. Bullying tetap terjadi seperti mencoret gambar karya saya dengan bolpoint (betapa mangkelnya saya). Menyembunyikan suling, yup suling! Dulu dari kelas 3 SD sudah dikasih pelajaran bermain suling. Seperti ini bentuknya:


Sumber gambar: http://jual-kecapi-suling.blogspot.co.id, silakan kalau mau beli :D

Untuk anak-anak SD belajar yang lubangnya 4. Nadanya: Da Mi Na Ti La Da.. Saya sangat suka memainkannya. Lalu suatu ketika, ada anak baru mengerjai saya. Saya sudah lupa dia mengolok-olok saya atau menyembunyikan barang saya, yang pasti saat itu saya sudah jengkel setengah mati karena anak itu sering mengerjai saya. Saking jengkelnya, saya sampai tidak bisa menangis. Suling yang saya genggam saat itu melayang menuju kepalanya. BRAKKK!!! Sulingnya pun pecah menjadi 2 mengikuti arah lubangnya. Dengan tebal suling bambu yang sangat antep dan sampai pecah, bisa dibayangkan seberapa gede benjol kepala anak itu. Semua anak sekelas terkejut melihat kejadian itu. Mulai saat inilah anak laki-laki di kelas takut dengan saya. Oke, bullying kepada saya berakhir saat ini. Walau pun dulu saat SD anak itu tetap nakal, konon katanya, anak itu sekarang menjadi anak yang pendiam. 

(Bagi yang tahu siapa anak ini mohon jangan menebak-nebak apalagi sebut nama. Karena sekarang saya menghormatinya).

Kelas 5 SD saya pindah ke kota pahlawan. Di sini saya beneran kaget sistem pindidikannya sudah jauh lebih maju dan anak-anaknya damai, baik-baik. Hanya saja, saat saya pindah, ada yang pindah bareng saya (entah dia pindah darimana). Nah, namanya juga anak pindahan pasti membawa kebiasaan/budaya dari tempat sebelumnya (saya juga begitu, seperti tidak suka dengan kelakuan teman yang tidak biasa di tempat sebelumnya). Anak pindahan ini membuat salah satu teman sekelas menjadi tidak dihiraukan. Karena saya tidak mau termasuk “yang tidak dihiraukan”, saya pun ikut tidak peduli dengannya. Yup! Saat ini secara tidak sadar, saya menjadi anggota pem-bully. Mungkin kalian pernah menjadi seperti saya. Apa yang kita lakukan ini tidak jauh berbeda dengan tukang bully. Saat ini saya menyesal karena egois dengan diri saya sendiri. 

(Sekali lagi, bagi teman-teman yang tahu siapa mereka, jangan sebut nama mereka! plissss... kita udah damai! Dan saya sangat menghargai privasi masa lalu mereka).

Mungkin dari kalian yang dapat kasus bullying parah sampai luka-luka di tubuh, akan bilang cerita saya ringan sekali. Tapi lihat lagi di sini pelecehan secara lisan termasuk kasus bully. Walau pun secara lisan, bisa jadi berdampak besar bagi si anak. Seperti kasus di bawah ini:

Kisah bullying terparah di dunia

Kalau mau lihat video tetang kumpulan bullying terparah di dunia silakan cek video milik Nessie Judge ini: https://www.youtube.com/watch?v=rmnfv1Ed6fw

Dari video itu, memang tidak ada kisah dari Indonesia. Di Indonesia juga banyak kasus bullying yang parah. Contohnya bisa dicek langsung videonya di youtube. Saya tidak bisa mencantumkan di sini karena saya gak kuat juga lihatnya. Parah baget! Silakan lihat video-videonya kalau ada waktu.

Kalau kuota mepet, gak bisa lihat video, akan saya ceritakan 2 kasus terparah versi saya:

1.     Kasus bully berujung pembunuhan di Jepang (sumber: wikipedia.com/kasus sasebo)
Bagi yang sudah tahu tentang kasus Sasebo, tidak akan terkejut. Tapi yang belum tahu pasti penasaran separah apa sih kasus ini?

Tahun 2004, seorang siswi SD masuk kelas setelah istirahat, dengan baju berlumuran darah. Gurunya langsung curiga kemudian menemukan mayat teman anak itu. Dengan segera guru tersebut menelepon polisi, dan siswi tersebut dibawa ke kantor polisi. Siswi tersebut pun mengaku telah membunuh anak itu karena sudah kepergok dari bajunya, namun ia belum mau menceritakan motifnya mengapa ia melakukannya. Akhirnya ia mengaku bahwa ia telah di-bully oleh korban yang mengejeknya “sok suci”.

Menurut saya, dari korban mengejeknya dengan sebutan “sok suci”, hal itu dikarenakan korban tidak akan menyangka kalau temannya itu akan berani membunuhnya. Mungkin karena sang pelaku saat itu terlihat lemah, dan korban dengan tenang menertawakannya. Kasus ini membuat kita mengerti bahwa tidak sebaiknya kita meremehkan orang yang terlihat lemah. “Ingat, jangan pernah remehkan orang yang terlihat lemah!”

2.     Kasus bully berujung kematian (sumber: patrynworldlatestnews.blogspot.co.id)
Tadi menceritakan yang ada di Jepang, sekarang ceritanya di Rusia. Ini copasan ceritanya:

Seorang remaja Rusia, bernama Sergei Casper tewas tercekik di lantai kelas setelah sebelumnya jatuh pada bibir atas meja karena dibully oleh teman-teman sekelasnya. Dia sebelumnya telah diikat oleh teman-temannya sehingga tidak bisa menggerakkan lengan dan kaki kemudian dibenamkan dalam toilet. Lalu dibawa kembali ke dalam kelas. 

Dalam keadaan terbelenggu dan tidak berdaya pemuda berusia 17 tahun itu terlihat tersandung kemudian jatuh tepat di tepi meja sehingga membuat tenggorokannya cedera. Cedera itu membuat Sergei tidak bisa bernapas. Teman-temannya bukan membantunya, tapi malah membully dengan menertawainya. Pada saat rekan-rekannya menyadari kalau Sergei mengalami cedera parah, mereka kemudian memanggil ambulans. Namun tindakan itu sudah terlambat, Sergei terlanjur sudah meregang nyawa.

Teman-teman sekelasnya mulai membuli Sergei karena kecintaannya pada seni dan keinginannya untuk tampil di atas panggung sebuah konser. Salah satu temannya, yang bernama Alexander, mengatakan kepada media setempat: "Dia adalah seorang pria yang baik, dia tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk kepada siapa pun dan dia adalah teman saya. Tapi yang lain hanya mengejeknya sepanjang waktu."

Peneliti yang mempelajari video ini mengatakan tindakan itu jelas menunjukkan bahwa teman-temannya bersalah atas kematiannya, dan sekolah telah mengetahui tindakan intimidasi di institusi tersebut. Mereka juga menambahkan bahwa rekan-rekan Sergei yang terlibat dalam insiden tersebut telah diusir. Salah satu dari mereka yang terlibat, Dmitri, mencoba membela tindakan mereka dan mengatakan bahwa lelucon itu tidak beres.
Namun orang tua Sergei telah menuntut semua yang terlibat.


Menurut kesimpulan saya, kasus ini diawali dengan ‘iseng’, ‘ketidak sengajaan’, ‘kayaknya lucu’, karena sang pembully melihat sang korban sebagai “anak yang sok banget punya mimpi tinggi”. Saya juga pernah mengalami hal ini sebagai pembully, yang ikut tertawa temannya diolok-olok karena memiliki mimpi tinggi dan sok keren. Kalian pernah juga ga? Waktu itu seru banget ya rame-rame ngakak melihat penampilannya! Tapi.. kalau melihat kasus ini, yah.. walaupun awalnya hanya bercanda, kita kan tidak tahu dampak apa yang akan terjadi setelahnya. 

“Tapi kan waktu itu saya mengolok-olok karena mendukung dia juga?”.. wow, wow, woooww.. saya mulai menyangkal. Ya, iya sih.. mendukung.. tapi kan, bukankah selalu ada cara dan sikap yang lebih positif untuk mendukungnya? Yuk, kita minta maaf sama orang-orang yang pernah kita bully! Mungkin saja kan, kalau ternyata dia memasukkannya dalam hati. Tapi kalau ternyata orang yang di-bully itu tidak masalah, bersyukur dong punya teman sebaik dia. ^^

Kalau dari contoh saya kurang akurat atau ada yang kurang silakan komentar di bawah, tapi ingat, budayakan menggunakan kalimat positif ya ;)

Masalahnya juga, kenapa anak Indonesia suka merekam kejadian seperti ini kemudian di-share, dan malah berpengaruh kepada anak yang menonton untuk ikut melakukan kekerasan seperti itu? Berpikirlah yang jernih ya, teman-teman.. Mohon jangan ditiru.. Kerugian itu akan berbalik pada kita sendiri, kalau kita menirunya..

Menurut kacamata saya sebagai ter-bully dan pernah menjadi pem-bully

Dari cerita pribadi di atas tentu saja saya merasa saya masih beruntung punya sahabat yang baik dan masih dilindungi oleh Allah swt. Bukan berarti jika kita di-bully kita tidak dilindungi oleh Allah swt. Justru saat itulah Allah swt. memperhatikan kita, menguji kita, kangen kita dan membuat kita ingat kepada-Nya.

Di awal artikel ini saya sudah bercerita tentang teman saya. Dia itu cowok. Kenapa sih, padahal aku tahu dia kasihan sekali dapat perlakuan tidak adil oleh teman-temannya, tapi aku sampai sekarang rasanya ingin terus bully dia? Setelah saya selidiki itu juga karena sikap dia. Kita para pem-bully tidak tahan dengan sikapnya yang sok lemah, sok jadi korban, sok jadi orang yang tidak bersalah. Rasanya tuh gemes! Emangnya cuma dia yang pernah mengalami hal menyakitkan dalam hidupnya? Setuju nggak? Melihat mukanya yang sok sedih aja bikin bete, wajar dong kalau kita terpancing buat bully dia! Sorry, wajah sedihmu ga bakal bikin kita prihatin, malah bikin jengkel! Apa yang kamu lakuin itu seakan-akan kita ga bakal maafin kamu! Berubah sikap dong! Senyum kek! Bikin suasana lebih ceria kek! Kita bakal berubah kok, kalau kamu berubah! (saya harap untuk teman saya yang ini membaca ini dan berpikir jernih secara sejenak.. baca terus sampai bawah juga lho!)

Meskipun begitu, mari kita sikapi dengan kacamata anak yang mendapat bully parah. Bagaimana kalau kalian sendiri yang mendapat perlakuan tidak adil seperti itu? Di sini saya mohon untuk berpikir minimal 2 menit untuk merasa menjadi si korban bully. Mohon pikirkan apa yang kalian rasakan saat mendapat bullying dan tidak ada satu teman pun yang menolong...


Saran saya untuk yang mengalami hal ini (baik kamu sebagai korban, pembully, atau orang tuanya)

Untuk yang merasa hidup ini tidak adil:

Hai, teman! Di sini saya bukan psikolog atau psikiater. Kuliah tentang ini pun tidak pernah. Saya hanya tidak tahan dengan perlakuan mereka kepada kita yang ter-bully.

Yuk, kita lihat dulu, bagaimana mereka mem-bully kita. Kalau mereka memanggil kita dengan sebutan “tiang listrik”, “kuntet”, “gentong”, “pesek” yang melihat kita dari tipe tubuh kita, bisa jadi mereka sebenarnya sayang sama kita. Iya, sih.. sebutan itu bikin kita tersinggung & sakit hati. Tapi ada juga lho teman kita yang tidak dihiraukan dan tidak dapat sebutan sama sekali, malah iri dengan kita yang mendapat sebutan. Mereka juga ingin diperhatikan dan disayang teman-temannya.

Tapi, kalau cara bully mereka sudah diluar batas, ini saatnya kita berbicara pada orang tua / orang yang kamu percaya dan bijaksana. Karena orang tua pasti mengupayakan yang terbaik untuk masa depanmu. Mungkin kita malu dengan orang tua kalau kita di-bully. Tak perlu malu, dengan bercerita kepada mereka, mereka akan merasa bahwa kita percaya dan sayang kepada mereka.

Kemudian, kalau kita dalam keadaan sampai sudah pindah sekolah, namun tetap mendapat perlakuan bully dari teman-teman. Jangan berpikir kalau kamu sendiri! Ada banyak kok yang seperti kita! Masih ada kok orang yang menyayangi kita! Kita perlu introspeksi sejenak dengan sikap kita, karena tanpa kita sadari kita pernah berbuat hal menjengkelkan bagi mereka.

Sekarang waktunya berubah! Tunjukkan kalau kita orang yang kuat (seperti waktu saya memukul teman dengan suling.. eehehehe.. ya tidak begitu juga, kalau seperti itu, sama saja kita mem-bully balik..)! Jangan hiraukan lagi perkataan mereka! Mungkin mereka berbuat pada kita seperti itu karena mereka memiliki suatu masalah. Tunjukkan kalau kita menyayangi teman-teman sekelas! Sering-seringlah tersenyum pada mereka dengan tulus! Karena senyum adalah sebagian dari iman. 

Setiap berangkat sekolah ucapkan Alhamdulillah atau rasa syukur kita karena masih bisa melihat langit yang luas, cerah, atau bersyukur pada hal kecil apa pun di sekitar kita! Hari sial itu hanyalah mitos! Pasti ada keberuntungan kecil menghiasi hari kita!

Jangan pernah dendam dengan orang yang bully kita, mungkin memang ia masih belum dewasa. Kita kan sudah dewasa, mengapa perlu dendam? Pasti ada hal positif untuk menyikapinya kan? Btw, haters itu yang paling paham dengan kita loh! Kita juga bisa mengambil sikap positif dari kritik mereka kan?

Hidup ini memang tidak adil, manusia memang tidak pernah bisa adil 100%. Hanya Allah swt.-lah yang MahaAdil. Maka dari itu ingatlah bahwa Allah swt. selalu melindungi kita dan sayang sama kita! Jangan lupa baca Bismillah sebelum melakukan sesuatu, dan ucapkan Alhamdulillah setelahnya! ^^

Untuk yang pernah secara sengaja atau tidak sengaja sebagai pembully:

Hai, guys! Ada dua hal yang membuat kita mem-bully orang lain, mungkin kamu mengalami dan mungkin juga tidak:
1. Kita membully karena mereka memang menyebalkan.
2. Kita membully orang lain karena kita merasa kuat dan tidak lemah seperti mereka.
Kedua alasan ini mungkin berbeda, saya pisahkan untuk kita yang memiliki sifat selalu menyangkal. Tetapi intinya tetap sama, kan? Hal itulah yang membuat kita melakukan bullying.

Kita perlu tahu juga, mengapa kita berbuat setega itu? Walau awalnya untuk hal lucu, tapi apakah tindakan kita sudah benar? Apa ada yang salah dengan psikologis kita? Eits.. bukan berarti kita gila loh! Hanya saja mungkin ada sesuatu yang kurang dengan diri kita. Masa lalu kita berpengaruh dengan sikap kita sekarang loh! Mungkin kita kurang kasih sayang dari orang tua saat masih kecil? Mungkin kita dulunya terlalu dimanja oleh orang tua kita? Mungkin kita terlalu sering dimarahi oleh orang tua? Mungkin karena orang tua kita terlalu melindungi kita? Ow, ow, ow.. kok kayaknya nyalahin orang tua banget ya? Karena kemungkinan besar awalnya dari situ, namun bukan berarti orang tua melakukan hal itu karena tidak sayang pada kita. Justru karena mereka sayang, namun caranya agak keliru. Maka dari itu, mungkin kita butuh seseorang untuk menengahi hal ini.

Yuk, coba ambil konseling ke psikolog (ingat, psikolog! Bukan psikiater)! Karena psikolog bisa mengerti kita dan membantu kita mengatasi masalah kita yang belum kita pahami dengan solusi psikologis. (Sedangkan psikiater adalah dokter yang menangani penyakit depresi dan kejiwaan dengan solusi obat). Di tahun 2011, saya pernah tanya teman yang pernah mengunjungi psikolog, katanya harganya Rp.200.000,- per pertemuan. Mungkin harganya sekarang naek :D Tapi dengan harga segitu, cukuplah untuk menyelamatkan hidup kita secara psikologis.

Jangan takut cerita dengan orang tua, pasti kita disalahkan karena kita sudah bully teman atau memiliki teman yang buruk. Tapi dengan begitu kita akan belajar cara bersikap yang lebih baik itu bagaimana. Jangan malu-malu bertanya kepada orang tua kita ya! ^^

Untuk para orang tua yang sedang mendidik anaknya:

Ibu-ibu dan bapak-bapak, jangan lupa, lingkungan keluarga adalah pendidikan primer untuk anak. Maka kitalah yang berperan penting untuk melindungi anak kita. Berikut ada tips yang saya ambil dari website sudahdong.com:

1.     Kenali anak kita! Setiap pulang sekolah, ajak mereka mengobrol untuk menanyakan, “Ada cerita seru apa di sekolah?” :D Jadi cerita yang menyenangkan bersama keluarga, memberi komentar yang seru. Kondisikan diri kita sebagai teman berbicara, bukan sebagai interogator. Saat dia berbicara kondisikan untuk fokus mendengarkan cerita buah hati kita, mungkin saat itu kita agak sibuk seperti melanjutkan pekerjaan/memasak, tapi tetap usahakan dengarkan ceritanya walaupun dia berbelit-belit atau terbata-bata. Kegiatan mengobrol ini juga melatih anak kita agar lancar berbicara di depan kelas atau dengan orang lain. Kita juga bisa melihat cara berpikir anak tersebut dan membimbing mereka. Sudah dilakukan, belum? Jangan sibuk sendiri dengan hape ya, ibu-ibu, bapak-bapak! ^^ (Mengingatkan diri sendiri juga, hehe..)

2.     Hindari lingkungan keluarga rentan bullying! Bertengkar dengan pasangan, cek cok, berbeda pendapat, atau masalah apa pun itu PASTI pernah/akan terjadi pada setiap pernikahan! Kita pun tidak akan tahu, dan pasti terkejut jika suatu masalah itu muncul dalam kehidupan kita. “Kenapa kita harus mengalami hal ini?”. Ingat, Allah swt. selalu memberi ujian sesuai kemampuan kita. Selalu ada jalan keluar untuk hal ini. Meskipun Allah swt. menghalalkan perceraian, tetapi Allah swt. tidak suka dengan jalan keluar itu. Intinya adalah, selalu ada cara lain yang lebih baik. Ingat, dibalik kesulitan, selalu ada kemudahan.
Lah, ini kan tentang bullying anak? Kenapa pasangan yang dibahas? Hal ini pun berpengaruh pada mental si anak, maupun mental kita jika kita mengambil sikap yang salah sehingga berimbas pada cara kita mendidik anak.

3.     Jaga lingkungan anak bebas dari bullying! Kenali juga teman-teman anak kita. Berikan juga pemahaman kepada anak kita bagaimana cara bergaul dengan baik. Beri saran lingkungan dan teman yang baik, cek juga efeknya kepada sang anak. Kalau ternyata anak kita tidak suka menari, tetapi kita memaksanya untuk ikut les tari kan repot. :D

4.     Mari cegah bullying dengan memberi pembimbingan secara rohani agar anak lebih percaya diri menghadapi masalah dan membangun ketegasan! Ajarkan etika dan beri teguran mendidik kepada anak kita jika melakukan kesalahan. Membanding-bandingkan anak termasuk bullying juga lho! (OAO) wow! Hindari sikap ini yuk, dengan mengajaknya melihat orang lain yang sukses agar anak kita memiliki cita-cita yang tinggi!

5.     Jika anak kita di-bully, ajaklah anak kita berbicara kepada kita. Kebanyakan dari anak yang di-bully lebih menutup diri, pulang sekolah langsung masuk kamar, dan perubahan emosional lainnya. Cari timing dan cara yang baik. Temukan cara untuk menghidupkan kembali harga diri mereka dan tidak mengingat kembali terhadap rasa malu dan membenci diri sendiri. Jangan sampai kita bersikap yang keliru, misalnya menyebarkan gosip, atau balas dendam kepada si anak yang mem-bully anak kita.

6.     Jika anak kita melakukan bullying, jangan langsung menghakimi. Tetapi ajak mereka keluar dari masalah mereka. Cari penyebab mengapa anak kita mem-bully, jangan-jangan mereka meniru perbuatan buruk kita? Ajarkan rasa empati kepada buah hati kita, bahwa bullying dapat merugikan diri sendiri.

Begitulah beberapa solusi dari saya, tapi saran saya sih download saja bukunya di sudahdong.com, bukunya mudah dimengerti dan asyik karena ada infografiknya. ^^


Silakan komentarnya J segala kritikan atau tambahan sangat berharga bagi saya.. Ini hanya opini pribadi, tidak dapat dijadikan referensi formal. Sekali lagi saya ingatkan, jangan menebak-nebak maupun menyebut nama sekolah dan nama anak yang bersangkutan. Mari berpikir jernih bersama.

Sabtu, 17 Januari 2015

PUISI CINTA by koshkamira



ini puisi 100% asli buah pikiran saya.. :D hehe..
jika ingin menyalin, wajib menyantumkan sumber serta penulis puisi.. 
hukum copyright berlaku.. 

jika melakukan kecurangan mengambil bait maupun 1 baris dari puisi tersebut tanpa mencantumkan nama penulis, akan mendapatkan sanksi secara hukum..!

enjoy it :)


Senin, 30 Juni 2014

Beasiswadataprint

.........

BEASISWA Dataprint banyak kesempatan

Bagi pelajar dan mahasiswa di Indonesia, daftarkan diri kamu segera di program beasiswa DataPrint. Sebanyak 700 orang yang terpilih akan mendapatkan beasiswa dengan hadiah total ratusan jutaan rupiah!

Pendaftaran periode 1 : 7 Februari – 30 Juni 2014
Pengumuman                : 10 Juli 2014

Pendaftaran periode 2   : 1 Juli – 31 Desember 2014
Pengumuman                : 12 Januari 2015

PERIODE
JUMLAH PENERIMA BEASISWA
@ Rp 1.000.000 @ Rp 500.000 @ Rp 250.000
Periode 1
50 orang
50 orang
250 orang
Periode 2
50 orang
50 orang
250 orang

info lanjut: http://beasiswadataprint.com/

Jumat, 21 Maret 2014

CARA MEMBUAT PASPOR ONLINE BARU

Postingan tentang membuat paspor baru online  sebenarnya sudah terlalu mainstream -w- fufufu.. Tapi tidak apa-apa.. ini adalah info terbaru saya membuat paspor di tahun ini, tepatnya bulan februari 2014.. sebelumnya saya mencari info di internet dan postingan itu sudah lama.. jadi banyak yang meleset. Ada beberapa hal penting, yaitu:

1. Map sudah disediakan sehingga tidak perlu beli lagi.
2. Proses pembuatan paspor paling cepat bisa mencapai 7 hari (untuk sekarang sih, smoga tahun berikutnya lebih cepat).
3. Membuat paspor lewat online LEBIH MUDAH dan SANGAT DIANJURKAN.

Jadi beginilah ceritanya..
pertama-tama saya cari info.. 
yang perlu anda siapkan:

1. KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan surat nikah.. karena saya belum menikah jadi tidak perlu Surat nikah..  yang penting 3 document itu (KTP,KK,Akta kelahiran)

2. Scan dokumen-dokumen tersebut, lalu

3. ukurannya dikecilkan. File harus format JPEG/JPG dengan ukuran 100 KB s/d 1800 KB.

4. Fotokopi setiap dokumen 2x di kertas A4.. harus A4 kalau F4 atau lainnya mapnya dikembalikan dan terpaksa antri lagi waktu dikantor.

5. Siapkan uang Rp. 255.000,- untuk dibayar ke bank dan Rp.6000 untuk materai.. lebih baik beli materai langsung di toko terdekat.

6. buka internet explorer (pada saat ini dibutuhkan kesabaran =w= karena internet explorer sangat lemot) mungkin bisa pakai googlechrome atau firefox asal tahu cara mematikan POP-UP BLOCKERnya 
7. lalu off kan pop-up blocker (klo gatau caranya cari di mbah gugle aja >w< hehehe)

8. lalu mulailah membuka website imigrasi.go.id

lalu sort public service dan klik ONLINE PASSPORT SERIVICE

klik Pra Permohonan Personal

lalu isi data-datanya dengan benar

klik lanjut

isi datanya seadanya.. kalau ada yang tidak bisa diisi ya tidak perlu diisi

kalau yang ini entry scan dokumennya. yang penting 3 dokumen teratas dan paling kiri.

lalu setelah itu klik lanjut. kalau disuruh klik ok ya klik ok
kemudian buka linknya
pada saat itu muncul e-mail anda dan anda mendapat data yang harus diprint..
(kalau tidak ada linknya buka e-mail anda sendiri)

9. print datanya dengan format potrait A4
10. lalu berangkat ke bank membayar Rp 255.000,- yang tertulis di print-print-annya

11. setelah membayar nanti diberitahu mbak2 atau mas2 teller "angkanya"

12. buka internet lagi buka e-mail anda lalu klik linknya..
lalu ada tulisan "paspor berhasil didaftarkan, pastikan anda sudah membayar."
masukkan angkanya dikotak yang disediakan
klik lanjut/ok

13. muncul kotak berisi tanggal-tanggal janjian ke kantor imigrasi dan pilih kantornya.
karena saya berasal dari surabay, saya memilih "Kantor imigrasi kelas I khusus Surabaya"


dan pilih tanggalnya.. lebih enak pilih hari selasa-kamis, karena senin dan jumat lebih ramai.


SEKARANG KITA PADA WAKTUNYA DI KANTOR IMIGRASI
jangan lupa bawa berkas lengkap, bolpen dan dokumen asli. pakaian rapih (tidak boleh kaos).
berangkatlah lebih pagi sebelum kantor buka. kantor buka jam 7.30 pagi. biar cepat selesai. kemarin saya selesai jam 10.00
tidak perlu bingung-bingung tanya langsung ke "costumer service" dan bilang membuat paspor baru, nanti dikasih selembar surat pernyataan(yg perlu dibubuhkan materai). lalu tanyalah gimana alurnya di dalam kantor..

masuk kantor pintunya tidak otomatis dan jangan mendorong pintunya.. karena disebelah kanan pintu ada tombol merah untuk membuka pintu.

masuk langsung ke loket nomor 2 dan letakkan berkas-berkasnya di rak yang disediakan di loket 2.

tinggal tunggu dipanggil sama mbak-mbak loket 2 (lama bgt), terus nulis nama di map yang dikasih mbak-mbaknya..

lalu menuju loket 5 menunggu dipanggil (ini lebih lama lagi)..

terus dapet nomor antrian foto dan wawancara. wawancaranya sederhana.. kemarin malah bercanda sama mas-mas yang wawancara. :D

terus udah deh.. pulang.. berkasnya disimpan untuk pengambilan paspor yang baru selesai 7 hari.. -w- lamanya.. klo mau memastika selesai tidaknya paspor bisa di lihat di website imigrasi.go.id dan buka status permohonan personal

selamat membuat paspor baru :D